Dalam rangka memperingati Hardiknas, PUSKIN (Pusat Kebudayaan dan Informasi Indonesia) mengadakan lomba keterampilan berbahasa Indonesia, yang bertujuan agar memotivasi siswa-siswi PUSKIN untuk bersaing dalam kemampuan berbahasa Indonesia, memberi contoh bagi siswa baru yang dapat memicu semangat mereka dalam belajar bahasa Indonesia kelak, serta menghibur para hadirin dari staf KBRI dan kalangan mahasiswa Indonesia yang berdiam di Cairo.
Lomba tersebut yang diadakan pada tanggal 23 April pukul 16:00 dimulai dengan membaca basmalah. Usai kata sambutan dari Bapak Sangidu, Atdikbud, lomba dimulai. Peserta dibagi sesuai kemampuan masing-masing atas 2 level : tingkat pemula serta tingkat lanjut. Peserta tingkat lanjut jumlahnya 4 orang, sedangkan untuk tingkat di bawahnya mencapai 9 orang, tidak termasuk yang sudah terdaftar sebelumnya namun tak bisa ikut saat lomba dimulai karena berbagai alasan; seperti mendadak sakit perut, malu-malu dsb.
Selaku di tingkat lanjut, peserta diberi 2 tugas yang cukup berat. Pertama ujian tulis, lalu ujian lisan, yang juga bercabang dua. Soal terjemahan mendapat giliran pertama, di mana para peserta diminta menerjemahkan satu kalimat yang mereka dengarkan ke bahasa Arab dan sebaliknya. Tak jarang para peserta meminta agar kalimat-kalimat tersebut diulang berkali-kali. Disusul oleh soal bercerita tentang topic yang dipilih oleh para juri. Kemampuan peserta yang berbeda mencolok pada saat itu, mulai dari yang bercerita sebebasnya sampai waktu soal selesai (4 menit), sampai yang malu-malu dan gugup bercerita.
Lomba tingkat lanjut selesai, dan peserta tingkat pemula dipersilahkan maju ke panggung. Namun soal untuk tingkat ini berbeda. Pertama, mereka diminta menulis karangan singkat (10 kalimat) mengenai topik-topik yang diajukan oleh para juri. Lalu mereka diberi satu potong cerita dalam bahasa yang telah disesuaikan dengan level mereka oleh guru PUSKIN untuk membacanya. Hadirin terkejut melihat beberapa siswa yang sudah cukup lancar lidahnya dengan lafal Indonesia. Adapun yang logatnya belum bisa dicerna oleh penutur asli bahasa Indonesia.
Lepas dari segala kekurangannya, peserta dihargai usahanya sehangat-hangatnya oleh yang terhormat Bapak Sangidu (Atdikbud) serta yang terhormat Bapak M.Johar (Kepala Sekolah Indonesia Cairo), yang menyerahkan hadiah sebesar 300 pon untuk juara pertama dari masing-masing level, dan hadiah sebesar 200 pon untuk juara kedua. Hadiah sebesar 100 pon diberi untuk juara favorit, yang dipilih dengan cara pemungutan suara. Pembagian hadiah ini dilaksanakan saat memperingati Hardiknas pada tanggal 4 Mei 2009 pukul 09:00.